Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Tani Mysari Pala di Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, berhasil mengubah potensi lokal menjadi peluang ekonomi.

Pala tidak hanya menjadi hasil panen, tetapi komoditas bernilai tambah melalui kreativitas, inovasi, dan kerja sama.

>>> McGregor Jalani Operasi usai Kalah dari Holloway di UFC 329

Sejak 2015, para anggota membentuk KWT Bina Tani Mysari Pala sebagai wadah belajar dan mengembangkan usaha bersama.

Awalnya mereka menjual pala segar, lalu mengolahnya menjadi manisan, sirup, dan permen pala.

Namun, keterbatasan peralatan produksi dan pemasaran menjadi tantangan.

Ketua KWT, Nurhasanah, mengatakan seluruh proses produksi sebelumnya dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana sehingga memakan waktu lama.

BRI Peduli melalui Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) hadir memberikan pendampingan berupa bantuan sarana produksi dan pelatihan peningkatan kapasitas usaha.

Program ini mencakup pengembangan SDM, inovasi produk, dan strategi pemasaran.

>>> Mimpi Buruk di Semifinal Hantui Prancis Jelang Lawan Spanyol

Setelah mengikuti program, kelompok mendapatkan pelatihan dan bantuan alat pengupas pala, alat pengiris pala, serta mesin sealer.

Nurhasanah menyebut waktu mengupas pala berkurang dari lima jam menjadi dua jam, dan mengiris pala dari enam jam menjadi dua jam.

Pengemasan juga lebih cepat dan rapi berkat mesin sealer.

Efisiensi ini mendorong peningkatan kapasitas produksi dan membuka peluang pemasaran lebih luas.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan Program AURA berfokus pada pemberdayaan kelompok perempuan melalui penguatan kapasitas usaha dan pengembangan kewirausahaan.

>>> Andropause pada Pria, Kapan Mulai Terjadi? Ini Penjelasannya

Sejak diluncurkan pada 2021, Program AURA telah memberdayakan 30 kelompok usaha perempuan di berbagai wilayah Indonesia.