Bank Mandiri berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Langkah ini diwujudkan dengan mendorong perekonomian kerakyatan dan menciptakan dampak sosial di berbagai daerah.

>>> Houthi Ancam Serang Bandara-bandara di Arab Saudi

Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Bank Mandiri menyalurkan bantuan kepada Koperasi Pemasaran Widuri Karya Nusantara di Desa Wonosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Bantuan tersebut berupa mesin tetas telur, perlengkapan, dan peralatan pendukung operasional lainnya.

Dukungan ini merupakan kolaborasi dalam Program Nasional Miskin Ekstrem Pasti Kerja 'Emak-Emak Jadi Pengusaha'.

Program ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk menciptakan peluang usaha produktif bagi masyarakat rentan.

Melalui program ini, bank bersandi saham BMRI tersebut memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.

Upaya penguatan ekonomi dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh rantai nilai usaha di tingkat desa.

Fokus pada Pemberdayaan Perempuan

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan bantuan dirancang untuk memperkuat model usaha produktif berbasis kawasan melalui budidaya Ayam Elba.

Komoditas ini merupakan Ayam Petelur Berbasis Lokal yang diintegrasikan dari pembibitan hingga pemasaran.

"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan akselerasi yang bertumbuh bagi ekonomi keluarga sekaligus membangun fondasi usaha yang berkelanjutan di tingkat desa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).

Program pemberdayaan ini menyasar perempuan produktif usia 18 sampai 45 tahun di Desa Wonosari. Target penerima manfaat adalah keluarga penerima bantuan sosial desil 1 hingga desil 4.

Para perempuan tersebut berperan sebagai pelaku utama usaha pembesaran ayam petelur. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.