Agung berharap kondisi musim kemarau dapat mendorong harga cabai kembali mendekati harga acuan penjualan (HAP).

Namun, ia mengingatkan pemerintah daerah tetap perlu mengantisipasi risiko kekeringan agar produksi tidak terganggu.

"Oleh karena itu, dengan kondisi musim kemarau juga kami berharap pembuatan sumur dangkal dan sumur dalam menjadi perhatian, pemantauan pola tanam dan tentunya pemantauan panen cabai di lokasi-lokasi sentra produksi tetap menjadi perhatian untuk kita semuanya," ujarnya.

Selain itu, Kementan telah menginstruksikan optimalisasi irigasi perpompaan melalui kerja sama dengan Direktorat Lahan dan Irigasi sebagai langkah mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap produksi cabai.

Agung menambahkan, pelaksanaan program pengembangan cabai tahap pertama juga mulai berjalan di berbagai sentra produksi.

>>> Awas, 3 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Saraf Kejepit

Pendampingan di lapangan telah dilakukan di sejumlah daerah seperti Sumedang, Bandung, Lumajang, Banjarnegara, Kulon Progo, Maros, Lombok Barat, dan Tanggamus untuk menjaga produktivitas dan pasokan cabai.