Hari pertama sekolah di Jakarta Selatan diwarnai ancaman bom yang disebar melalui pesan WhatsApp.

Pesan tersebut diterima oleh guru dan staf Tata Usaha SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, pada Senin (13/07).

>>> NasDem Usul Arsitek Istiqlal Friedrich Silaban Jadi Pahlawan Nasional

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan adanya pesan ancaman yang masuk saat upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekitar pukul 07.30.

Pihak sekolah segera melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

Isi Pesan Ancaman

Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menyiapkan 11 titik ledakan di sekolah.

"Selamat pagi dan salam sejahtera, dihaarap bersiap siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik…!!!!"

tulis pelaku.

>>> Mensos Pastikan Bansos PKH dan Sembako Triwulan III Cair Mulai 20 Juli

Pelaku juga memperingatkan para guru dan staf untuk tidak melaporkan ancaman ini ke polisi. "Jangan coba-coba anda lapor police," ancam mereka.

Penyisiran oleh Tim Gegana dan Densus 88

Menindaklanjuti laporan, kepolisian menerjunkan Tim Gegana dan Densus 88 untuk melakukan penyisiran di lokasi. Proses penyisiran berlangsung sekitar dua jam.

Hasilnya, tidak ditemukan benda mencurigakan yang mengarah pada bom. Dugaan sementara, ancaman tersebut merupakan hoaks atau teror palsu.

Identitas Pelaku Diketahui

Kapolsek Jagakarsa menyatakan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku penyebar ancaman. "Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya.

Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku," ujar Nurma.

>>> DJP: Transaksi Pajak Satu Pintu Lewat Coretax Mulai Juli 2026

Saat ini, aparat masih melakukan langkah-langkah lanjutan untuk proses penegakan hukum terhadap pelaku.