Peluncuran Denshattack di Gamescom tahun lalu menjadi titik balik bagi pengembang Undercoders. Namun, menurut direktur studio dan game David Jaumandreu, tim justru dipenuhi kecemasan saat memasuki acara tersebut.

Meski kini game tersebut menjadi salah satu rilisan indie paling dinantikan di Nintendo Switch 2, para kreatornya sempat khawatir pemain akan menolak konsep yang tidak biasa sebelum sempat mencobanya.

>>> Dementium: The Ward Edisi Fisik Nintendo Switch Hadir di Eropa, Pre-Order Dibuka

Sambutan Gamescom Melebihi Ekspektasi

Jaumandreu mengaku studio memasuki Gamescom dengan perasaan campur aduk setelah bertahun-tahun mengembangkan proyek.

Meski bersemangat untuk akhirnya menunjukkan game, tim khawatir konsep yang tidak konvensional akan gagal terhubung dengan pemain.

"Kami sangat bersemangat untuk mengungkap proyek yang telah kami kerjakan selama bertahun-tahun, tetapi pada saat yang sama, kami sangat takut orang akan menganggapnya konyol, tidak menyukainya, atau lebih buruk lagi, tidak menimbulkan reaksi apa pun," ujar Jaumandreu.

Alih-alih, respons yang diterima melebihi ekspektasi. Jaumandreu mengingat penonton bersorak saat pemutaran trailer, sesuatu yang tidak pernah diantisipasi tim setelah berbulan-bulan ketidakpastian.

"Saat kami mulai melihat orang-orang bersorak pada trailer, kami merasa lega, bersemangat, bahagia, lelah... semua perasaan bercampur aduk.

Kami tidak pernah menyangka akan mendapat sambutan sehangat itu dan itu memberi kami energi luar biasa untuk terus mengembangkan game," tambahnya.

Umpan Balik Pemain Membentuk Game Akhir

Pameran Gamescom bukan satu-satunya cara pemain memengaruhi Denshattack.

Menurut Jaumandreu, umpan balik dari kelompok fokus dan acara publik seperti Gamescom, Tokyo Game Show, dan BCN Game Fest memainkan peran penting dalam menyempurnakan produk akhir.

Tim pengembang menyederhanakan skema kontrol asli game setelah pengujian ekstensif, membuatnya lebih mudah diakses tanpa mengorbankan kedalaman gameplay.