Pentingnya Koordinasi ASEAN

Sheeba menekankan bahwa langkah-langkah respons nasional harus dikoordinasikan di seluruh kawasan ASEAN.

Malaysia harus memperkuat kerja sama dengan tetangga regional dan mitra global untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, dan upaya pembangunan ketahanan.

"Mekanisme ASEAN adalah contoh yang baik, termasuk Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN, yang mendukung respons bencana dan koordinasi regional," katanya.

Selama bertahun-tahun, Malaysia telah mengirim personel pemadam kebakaran, termasuk pesawat pemadam kebakaran khusus, ke Indonesia sebagai bagian dari upaya memerangi kabut asap lintas batas.

>>> Sinopsis Dune (2021) di Bioskop Trans TV Hari ini 13 Juli 2026

Operasi Haze pada 1997 adalah salah satu misi pemadaman kebakaran lintas batas terbesar dalam sejarah, yang dilakukan pada puncak krisis kabut asap Asia Tenggara.

Dampak pada Pertanian dan Ekonomi

Sementara itu, Departemen Meteorologi Malaysia memperingatkan bahwa Malaysia mungkin mengalami suhu hingga 40 derajat Celsius pada awal tahun depan saat Super El Nino yang diperkirakan semakin intensif, kata Wakil Direktur Jenderal Ambun Dindang dalam konferensi pers pekan lalu.

Ia mengatakan lembaga pemerintah telah memulai persiapan untuk cuaca ekstrem, kebakaran hutan, kekurangan air, masalah kesehatan, dan gangguan pendidikan.

Departemen juga menggunakan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran dan model kabut asap Community Multiscale Air Quality untuk memperkirakan risiko kebakaran dan kabut asap, serta tetap siap mendukung operasi pembuatan hujan buatan jika diperlukan.

Sheeba menjelaskan bahwa cuaca panas dan kering yang berkepanjangan diperkirakan akan berdampak pada komoditas perkebunan, termasuk minyak sawit dan karet alam, yang mengakibatkan hasil panen lebih rendah.

Pasar minyak nabati diperkirakan akan sangat terpengaruh, selain bahan pokok seperti beras.