Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan suhu akibat fenomena El Nino pada musim kemarau 2026.

Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kota Yogyakarta Iswari Mahendrarko mengatakan langkah ini dilakukan menyusul prakiraan BMKG yang menyebut musim hujan tahun ini diperkirakan datang lebih lambat dari biasanya.

>>> Dua Maskapai AS Digugat Penumpang karena Window Seat Tanpa Jendela

BPBD menyiagakan Pos BPBD Tegal Turi dan Tim Reaksi Cepat selama 24 jam untuk memantau kondisi dan mempercepat penanganan darurat.

Fenomena Bediding dan Risiko Kesehatan

Selain kekeringan dan kebakaran, BPBD mengimbau masyarakat mewaspadai fenomena bediding, yaitu kondisi cuaca dingin pada malam hingga pagi hari namun panas pada siang hari.

Menurut Iswari, fenomena ini lazim terjadi saat puncak musim kemarau akibat berkurangnya tutupan awan.

Suhu malam hingga pagi berkisar 19-21 derajat Celsius, sedangkan siang hari mencapai 31-32 derajat Celsius.

>>> BPBD Catat 306 Karhutla di Sumsel hingga Juli 2026

Perubahan suhu yang tajam berpotensi memicu ISPA, batuk, flu, iritasi saluran pernapasan, dan menurunkan daya tahan tubuh.

Suhu tinggi pada siang hari juga meningkatkan risiko dehidrasi dan heat stroke, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan Antisipasi Kebakaran

BPBD juga mengingatkan potensi kebakaran selama musim kemarau. Vegetasi kering, suhu tinggi, dan angin kencang membuat api mudah membesar.

>>> Inggris Hadapi Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di lahan kering, dan memastikan instalasi listrik rumah aman.