The Rolling Stones merilis album studio ke-25 mereka, Foreign Tongues, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Album ini menjadi tambahan segar dalam karier musik mereka yang telah berlangsung enam dekade.

>>> Pasien Polio Terakhir AS yang Hidup dengan Iron Lung Meninggal di Usia 78

Mick Jagger dan Keith Richards, keduanya berusia 82 tahun, bersama gitaris Ronnie Wood yang berusia 79 tahun, menghadirkan 14 lagu dalam album ini.

Foreign Tongues merupakan lanjutan langsung dari album mereka sebelumnya, Hackney Diamonds (2023).

Seperti dilaporkan L. A.

Times, band ini kembali bekerja sama dengan produser Andrew Watt yang berusia 35 tahun. Hasilnya adalah rekaman yang terdengar longgar, langsung, dan berorientasi ke depan.

Dalam sebuah refleksi arsip dari tahun 1975, Jagger yang saat itu berusia 31 tahun pernah berkata, "Saya lebih baik mati daripada menyanyikan 'Satisfaction' di usia 45."

Namun, menurut Euronews, band ini tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Mereka sepenuhnya menghindari pendekatan warisan retrospektif. Sebaliknya, proyek baru ini secara metaforis menantang generasi muda dengan energinya yang tinggi.

Album ini menyuntikkan komentar politik ke dalam liriknya. Dalam lagu Mr. Charm, Jagger menyindir seorang miliarder terkenal dengan lirik "mad mogul Mr. Musk."

Para rocker veteran juga menyoroti ketidakstabilan politik global dan otokrasi dalam lagu Covered In You.

Jagger bernyanyi tentang ancaman geopolitik kontemporer dengan gambaran yang mencolok: "seem to be breeding like a swarm of dirty rats with their missiles on parade."

>>> Badai Dahsyat Ancam Louisiana, Gelombang Panas Target Philadelphia

Dalam lagu perpisahan bernuansa country Ringing Hollow, band ini mengeksplorasi kekecewaan metaforis terhadap Amerika Serikat. Liriknya mencerminkan ketertarikan historis yang mendalam namun telah berubah menjadi getir.