Madonna resmi merilis album studio ke-15 berjudul Confessions II, sekuel dari album ikoniknya tahun 2005, Confessions on a Dance Floor.

Album 16 lagu yang dirilis di bawah label Warner ini kembali menggandeng produser asal Inggris, Stuart Price, yang juga menggarap album pendahulunya.

>>> Polisi Tangkap Tujuh Tersangka Usai Penembakan di Rotterdam

Proyek ini menandai perubahan signifikan bagi Madonna setelah 15 tahun menjalani kontrak 360 derajat dengan Live Nation dan Interscope.

Menurut laporan Pitchfork, sembilan dari 16 lagu di album ini ditulis sendiri oleh Madonna dan Price, berbeda dengan dekade sebelumnya yang banyak melibatkan tim penulis lagu.

Dalam unggahan media sosial tahun 2018 yang dikutip Pitchfork, Madonna mempertanyakan praktik industri yang mengharuskan artis mengikuti 'kamp penulisan lagu'.

Proses kolaborasi untuk album ini menuntut standar artistik yang tinggi.

Madonna mengungkapkan dalam wawancara dengan Interview magazine bahwa targetnya adalah 'setidaknya sama baik atau lebih baik' dari album 2005.

Secara tematis, Confessions II banyak merefleksikan sejarah pribadi Madonna dan kritiknya terhadap budaya digital modern.

Lagu 'Danceteria' mengisahkan awal kariernya di klub malam New York, sementara lagu lain menyentuh kehilangan pribadi seperti meninggalnya saudara laki-lakinya, Christopher, dan ibu tirinya, Joan Ciccone.

Madonna membuka album dengan pernyataan, 'Terkadang aku suka bersembunyi di bayang-bayang. Menciptakan persona baru, identitas berbeda.

Aku bisa menjadi siapa pun yang aku inginkan.'

>>> PAN Sumut Buka Suara soal Bupati Langkat Ketua DPW-nya Kena OTT KPK

Album ini juga menampilkan duet dengan Sabrina Carpenter berjudul 'Bring Your Love', yang pertama kali dibawakan secara langsung di Festival Coachella.

Dalam lagu tersebut, Madonna dan Carpenter menyanyikan, 'Aku tahu di mana mayat-mayat dikuburkan / Jangan coba membungkamku,' sebagai bentuk penolakan terhadap tekanan industri musik yang mengutamakan angka komersial.