Menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2026, keturunan langsung Thomas Jefferson dan pembuat anggur modern di Virginia kembali meninjau warisan presiden ketiga AS yang kompleks, terutama terkait perbudakan dan pertanian.

Shannon LaNier, seorang tokoh televisi dan cicit keenam Thomas Jefferson dari hubungannya dengan budak Sally Hemings, mengungkapkan perasaan campur aduk tentang garis keturunannya dalam wawancara telepon dari New York yang dilaporkan The Guardian.

>>> Roki Sasaki Gagal Tampil Maksimal, Padang Padang Menang

"Saya berharap dia melakukan lebih banyak untuk membebaskan para budak dan mempraktikkan apa yang dia khotbahkan," kata LaNier.

LaNier mencatat bahwa meskipun Jefferson adalah pemimpin yang kuat, ia menjalani kehidupan ganda yang bertentangan dengan Deklarasi Kemerdekaan.

"Terkadang saya menghargai apa yang dia lakukan untuk negara ini dan betapa jeniusnya dia," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ia sering bergulat dengan aspek munafik dari tindakan leluhurnya karena masyarakat Amerika bisa jauh lebih maju jika Jefferson memilih keadilan daripada keuntungan.

LaNier mengenang insiden masa kecil di kelas dua ketika gurunya meragukan pernyataannya tentang hubungan keluarganya dengan Jefferson.

"Kelas tertawa dan guru berkata: 'Duduklah dan berhenti berbohong!' Itu adalah momen menyakitkan dalam hidup saya," kenangnya.

Insiden itu mendorong ibunya untuk meluruskan kesalahan guru dan mengajarinya nilai memahami identitas sejatinya.

"Kami tahu lebih banyak tentang Jefferson, tetapi kami harus memberi penghargaan kepada Sally Hemings.

Karena dialah kami tahu siapa kami hari ini, bahwa dia tidak menyembunyikan cerita dari anak-anaknya, bahwa dia bisa bernegosiasi agar anak-anaknya bebas pada usia 21 tahun, bahwa dia bisa menceritakan kisahnya dan memastikan kami bisa menceritakan kisah kami," tegas LaNier.