Juara bertahan Argentina akan menghadapi debutan Cape Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat di Miami, Florida.

Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama antara kedua negara di level sepak bola.

>>> Paralives Tantang Dominasi The Sims dengan Rilis Early Access yang Unik

Argentina lolos sebagai juara Grup J dengan sembilan poin setelah mengalahkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, dan Yordania 3-1.

Sementara itu, Cape Verde mengamankan tempatnya sebagai runner-up Grup H dengan tiga poin setelah bermain imbang melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.

Menurut data superkomputer Opta, Argentina memiliki probabilitas 81 persen untuk menang dalam waktu normal dan 89,4 persen untuk melaju ke babak 16 besar.

Cape Verde hanya lolos dalam 10,6 persen dari 25.000 simulasi pertandingan.

Manajer Argentina Lionel Scaloni menepis anggapan bahwa laga melawan negara kepulauan dengan populasi lebih dari setengah juta jiwa ini akan mudah.

"Mereka tim yang bagus.

Kami sudah menonton mereka, bukan hanya karena kami akan melawan mereka, tetapi karena kami menganalisis calon lawan dan mereka lolos," kata Scaloni.

>>> Purbaya: Anggaran MBG Tahun Depan Turun, Efisiensi Besar-besaran

Argentina datang dengan rekor tujuh kemenangan beruntun melawan tim Afrika di Piala Dunia, setelah kekalahan 1-0 dari Kamerun pada 1990.

"Kami tidak terkejut. Mereka tim yang bagus dan tidak ada di sini secara kebetulan.

Kami harus menghormati mereka," tambah Scaloni.

Cape Verde menjadi negara debutan ketiga dalam sejarah turnamen yang menghadapi juara bertahan Piala Dunia di fase gugur, setelah Norwegia melawan Italia pada 1938 dan Ghana melawan Brasil pada 2006.

Manajer Cape Verde Bubista mengatakan, "Sejak kami tiba, kami percaya pada cara kerja kami. Jika orang lain tidak menghormati kami, itu urusan mereka.

Kami percaya pada pekerjaan kami."

>>> Argentina vs Cape Verde: Panggung Miami dan Dansa Senja Lionel Messi

Pemenang pertandingan ini akan menghadapi Australia atau Mesir di babak berikutnya.