Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan kembali melakukan efisiensi besar-besaran pada anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggaran MBG tahun ini yang semula dialokasikan Rp330 triliun telah diturunkan menjadi Rp270 triliun. Purbaya mengatakan angka tersebut masih berpotensi dipangkas lebih besar lagi.

>>> Argentina vs Cape Verde: Panggung Miami dan Dansa Senja Lionel Messi

"Jadi kalau tadinya kita alokasikan Rp330 triliun, turun ke Rp270 triliun, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu.

Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran.

Ini perintah Bapak Presiden," ujar Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (2/7).

Meski anggaran dipangkas, Purbaya menegaskan MBG tetap menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan tidak akan dihapus. Pemerintah memilih melakukan efisiensi pada pelaksanaannya.

Purbaya mengakui pelaksanaan MBG tahap awal masih memiliki banyak kekurangan. Namun, berbagai kelemahan tersebut kini tengah dibenahi.

Untuk memperketat pengawasan, Kementerian Keuangan akan memantau penggunaan anggaran MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah melalui unit kerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).

Hasil pemantauan akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera ditindaklanjuti jika ditemukan pelanggaran. "Mereka (unit kerja DJPb di daerah) kasih laporannya ke saya.

Nanti kalau memang jelek, saya akan laporkan ke BGN untuk dia ambil tindakan," ujar Purbaya.

Apabila rekomendasi tidak ditindaklanjuti, Kementerian Keuangan berwenang menyesuaikan anggaran. "Nah kalau enggak ambil tindakan dalam keadaan seperti itu baru saya bisa potong anggarannya," ujarnya.

Purbaya memastikan Presiden Prabowo mendengarkan kritik masyarakat terhadap penggunaan APBN, termasuk anggaran MBG. Hal itu tercermin dari langkah pemerintah yang terus memperbaiki tata kelola program.