Gelombang Panas Ekstrem Dorong Pertanian Global ke Tepi Jurang
Ratusan ribu unggas mati.
Produksi jagung sudah diperkirakan turun karena petani mengurangi tanam akibat harga pupuk dan bahan bakar yang melonjak akibat perang Iran.
Lembaga riset ARVALIS menyebut pertumbuhan kentang optimal pada 18°C dan berhenti di 28-30°C.
Prancis mengalami suhu di atas 28°C selama 14 hari berturut-turut pada 17-30 Juni 2026.
Gelombang panas juga melanda Asia.
Reuters (3 Juni 2026) melaporkan bahwa dari India hingga Australia, Thailand hingga Indonesia, cuaca panas dan kurang hujan merusak tanaman dan memaksa petani mengurangi tanam.
Kekeringan akibat El Nino menjadi pukulan ganda bagi petani yang sudah kesulitan pupuk dan solar akibat perang Iran.
>>> Drama Putri Mandalika Bahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat
Sekitar 50% daratan bebas es digunakan untuk pertanian. Namun, kondisi lingkungan yang memburuk seperti kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan mengancam produksi pangan masa depan.
Secara global, kehilangan hasil panen akibat penyakit dan hama meningkat dari 25% (15 tahun lalu) menjadi 40% sekarang.
Perubahan iklim menjadi penyebabnya.
Kita berada di titik di mana adaptasi terhadap perubahan iklim tidak lagi semudah generasi sebelumnya, kata Berninger dari Bayer Global.
Grist (27 April 2026) mencatat sinyal peringatan dini: dunia menjadi terlalu panas untuk memberi makan dirinya sendiri.
Contohnya, gelombang panas laut di Chile 2016 memicu ledakan alga yang membunuh 100.000 ton ikan salmon dan trout.
Di Pacific Northwest AS, gelombang panas 2021 menghancurkan panen raspberry dan blackberry, serta menurunkan volume kayu pohon Natal hingga 70%.
Kebakaran hutan meningkat 21-24%.
Di India, gelombang panas 2022 menurunkan produksi gandum 9-34% di sepertiga negara bagian. Produksi susu turun 15%, dan hasil kubis serta kembang kol berkurang setengahnya.
Update Terbaru
Warriors Rekrut Charles Bassey dengan Kontrak Satu Tahun
Sabtu / 11-07-2026, 20:57 WIB
India Pilih Bowling Usai Terlambat karena Macet di Southampton T20I
Sabtu / 11-07-2026, 20:57 WIB
Kapten Inggris Harry Kane Ceritakan Pengalaman Main Golf dengan Donald Trump
Sabtu / 11-07-2026, 20:56 WIB
Evian Championship: Jadwal Babak 3 Dirilis, Nelly Korda Tersingkir
Sabtu / 11-07-2026, 20:56 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton di Amerika Serikat
Sabtu / 11-07-2026, 20:56 WIB
Lebih dari 50 Kapal Layar dari 21 Negara Hadir di Boston untuk Sail250
Sabtu / 11-07-2026, 20:56 WIB
Pasukan Nigeria Tewaskan Lebih 300 Bandit di Zamfara
Sabtu / 11-07-2026, 20:56 WIB
Gaya Pacar Lamine Yamal Nonton Piala Dunia, Pamer Kemesraan Usai Spanyol Menang
Sabtu / 11-07-2026, 20:56 WIB
Roy Suryo Tantang KUHAP Baru: Jaksa Dikunci, Polisi Diserang
Sabtu / 11-07-2026, 20:42 WIB
Stigma Kusta Dinilai Hambat Kesempatan Kerja Penyintas
Sabtu / 11-07-2026, 20:42 WIB
Kasus BPR SAWA Masuk Penuntutan, OJK Perkuat Pengawasan
Sabtu / 11-07-2026, 20:42 WIB
OJK Terbitkan Aturan Baru Perluas Perdagangan Karbon
Sabtu / 11-07-2026, 20:42 WIB
Pesawat F-16 Angkatan Udara Portugal Dipajang di Tengah Kota Viana
Sabtu / 11-07-2026, 20:42 WIB
CEO Palo Alto Networks Minta Harga AI Diturunkan Drastis
Sabtu / 11-07-2026, 20:41 WIB







