Imigrasi, tunjangan, sistem kesehatan – semuanya tidak berfungsi dengan baik."

Montargis juga menjadi saksi protes gilets jaunes pada 2018-2019, dengan wali kota RN yang baru, Côme Dunis (36), sebagai peserta aktif.

Pada 2023, terjadi kerusuhan di kota itu setelah polisi menembak Nahel Merzouk.

Kemenangan RN di Montargis dianggap sebagai cerminan upaya Le Pen selama 15 tahun untuk membersihkan citra partai, termasuk mengganti nama dari Front Nasional menjadi National Rally, namun tetap mempertahankan kebijakan anti-imigrasi yang keras.

Pandangan Berbeda di Jalur Kampanye

Gisèle, 84 tahun, pensiunan pelatih senam, mengaku senang Le Pen maju, tetapi khawatir vonis penggelapan dapat menghambatnya. "Saya pikir ini bisa mengerem langkahnya," katanya.

Keputusan Le Pen untuk maju membuat presiden partainya, Jordan Bardella (30), tidak akan menggantikannya. Bardella selama ini memperluas basis pemilih RN dengan menarik pemilih borjuis dan berpenghasilan tinggi.

Christiane, seorang chiropodist, mengaku kecewa Bardella tidak maju. "Bardella muda, dekat dengan rakyat, punya peluang.

Saya suka Marine Le Pen, tetapi apakah Prancis akan memilih presiden yang terpidana?"

Céline, apoteker dan pemilih sentris, menegaskan, "Saya pikir tidak pantas mencalonkan diri sebagai presiden jika Anda telah dihukum."

>>> Hansik Contest 2026: Ayam Jadi Jembatan Kuliner Indonesia-Korea

Sementara Selma, 48 tahun, ibu tiga anak yang kakeknya veteran Perang Dunia II, khawatir kehadiran Le Pen mempolarisasi masyarakat.