Proyek infrastruktur energi terbarukan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat kini telah beroperasi penuh.

SunZia, gabungan pembangkit listrik tenaga angin dan jalur transmisi yang membentang di New Mexico dan Arizona, mampu menghasilkan dan mengirimkan daya lebih besar dari Hoover Dam.

>>> Lelang Frekuensi 5G Masuk Babak Akhir, Operator Wajib Kejar Target 51%

Menurut Pattern Energy, perusahaan di balik proyek ini, SunZia dirancang untuk mengirimkan listrik yang cukup bagi sekitar satu juta rumah tangga Amerika setiap tahunnya.

Proyek ini juga memberikan cara baru bagi kawasan barat untuk memindahkan energi bersih dari daerah pedesaan yang berangin ke pusat permintaan yang terus meningkat.

Raksasa Baru di Gurun

SunZia menggabungkan pembangkit angin berkapasitas sekitar 3.650 megawatt dengan jalur transmisi arus searah tegangan tinggi (HVDC) sepanjang 550 mil.

Turbin angin ditempatkan di New Mexico, sementara jalur listrik membawa daya ke barat menuju Arizona dan kemudian ke jaringan listrik wilayah barat yang lebih luas.

Perbandingan dengan Hoover Dam bukan tanpa alasan. Pembangkit listrik tenaga air terkenal itu memiliki kapasitas terpasang sekitar 2.080 megawatt menurut Biro Reklamasi AS.

Kapasitas angin SunZia jauh lebih besar, meskipun operasi angin dan tenaga air berbeda serta bergantung pada kondisi alam yang berbeda.

Namun, simbolismenya penting.

Hoover Dam membantu mendefinisikan era infrastruktur Amerika sebelumnya, sedangkan SunZia berusaha melakukan hal serupa untuk era energi terbarukan.

Terobosan di Jalur Transmisi

Bagian yang mencolok dari SunZia adalah ladang angin, tetapi terobosan yang lebih tenjustru mungkin adalah jalur transmisinya.

Energi bersih tidak banyak berguna jika terhenti jauh dari rumah, pabrik, pusat data, dan bisnis yang membutuhkannya.