Ini adalah strategi mencari makan yang jauh lebih canggih dari dugaan sebelumnya.

Implikasi bagi Kecerdasan Buatan

Penelitian ini memiliki implikasi tak terduga bagi pengembangan kecerdasan buatan.

Model AI saat ini membutuhkan sumber daya komputasi besar untuk tugas pengenalan numerik, sementara lebah melakukannya dengan kurang dari satu juta neuron.

Penulis studi menyoroti bahwa hasil ini menunjukkan 'less is more' dalam perhitungan: arsitektur saraf ringan mungkin cukup untuk beberapa bentuk penalaran kuantitatif.

Ini menjadi prospek menjanjikan untuk sistem AI yang lebih hemat energi.

Scarlett Howard, ahli biologi yang terlibat dalam studi, menekankan pentingnya tidak memusatkan studi kecerdasan hewan pada perspektif dan indra manusia.

"Kami melihat dan mengalami dunia sangat berbeda dari hewan," ujarnya.

Studi ini juga mengenang Charles Henry Turner, zoolog abad ke-19 yang menjadi pionir kognisi serangga.

>>> Produksi CPO 2025 Capai 51,66 Juta Ton, Mentan Yakin Petani Rasakan Manfaat

Karena latar belakang Afrika-Amerika, Turner sering diabaikan, namun dedikasinya membantu membongkar mitos yang mengakar di masyarakat.