Para ilmuwan di Spanyol berhasil mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) bernama CoCoGraph yang mampu menciptakan molekul-molekul baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Teknologi ini diyakini dapat mempercepat proses penemuan obat dan pengembangan material inovatif.

>>> ASUS Luncurkan Vivobook 14 dan 15 dengan Prosesor Intel Core 7 Series 3 di India

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Machine Intelligence ini dipimpin oleh tim dari Universitas Rovira i Virgili, Spanyol.

CoCoGraph terinspirasi dari AI generatif seperti ChatGPT atau DALL-E yang mampu menciptakan teks atau gambar baru.

Roger Guimerà, profesor riset ICREA di Departemen Teknik Kimia URV, menjelaskan bahwa model ini menciptakan konten baru yang sangat mirip dengan kenyataan, namun dalam bentuk molekul.

Tantangan Besar dan Solusi AI

Para ilmuwan memperkirakan ada hingga 10^60 kemungkinan molekul berbeda di alam semesta kimia.

Namun, hanya sebagian kecil dari jumlah astronomis tersebut yang telah dieksplorasi.

CoCoGraph menggunakan model difusi yang secara bertahap 'membongkar' molekul nyata, lalu belajar menyusunnya kembali sambil menghasilkan struktur baru yang masuk akal.

Keunggulan utama CoCoGraph adalah kemampuannya mengintegrasikan batasan kimia dasar secara langsung.

Hasilnya, setiap molekul yang dihasilkan sistem ini valid secara kimia, berbeda dengan model lain yang kadang menghasilkan struktur yang tidak mungkin ada di dunia nyata.

>>> 4 Pompa Air Otomatis Hemat Energi untuk Rumah, Cukup 125 Watt tapi Tetap Bertenaga

Efisien dan Realistis

Menurut para peneliti, CoCoGraph menggunakan lebih sedikit parameter dan daya komputasi dibandingkan pesaingnya.

Tim membandingkan CoCoGraph dengan alat terkemuka lain dengan menganalisis 36 sifat fisikokimia, seperti kelarutan dan kompleksitas struktur.

Pada hampir dua pertiga kriteria, molekul yang dihasilkan CoCoGraph dinilai lebih realistis.