>>> Hashim Ungkap Prabowo Sering Curhat Program Bagus tapi Tak Mulus

Saat ini, New Horizons terus melaju menjauhi Bumi dengan kecepatan sekitar 483 juta kilometer per tahun.

Menurut NASA, tiga minggu dari sekarang, wahana tersebut akan mulai melakukan studi tentang hidrogen di heliosfer luar, sebuah wilayah antariksa yang dipengaruhi oleh aliran partikel bermuatan yang dilontarkan dari Matahari, yang dikenal sebagai solar wind.

Data yang dikumpulkan oleh New Horizons di ujung Tata Surya merupakan data pertama dari jenisnya.

Informasi tersebut dapat membantu para ilmuwan memahami apa yang terjadi di batas antara wilayah pengaruh Matahari dan ruang antarbintang, yang dikenal sebagai 'termination shock'.

Baru ada dua wahana antariksa yang pernah melewati batas ini sebelumnya, yakni wahana kembar Voyager milik NASA.

Kendati demikian, para penjelajah legendaris tersebut tidak dilengkapi dengan instrumen ilmiah secanggih New Horizons, yang kini memungkinkan pengukuran yang jauh lebih sensitif di wilayah terpencil Tata Surya tersebut.

"Data dari pertemuan dengan zona termination shock ini akan menjadi harta karun bagi para fisikawan antariksa di seluruh dunia yang ingin memahami bagaimana batas masif ini bekerja," jelas Pontus Brandt, ilmuwan proyek New Horizons di APL.

>>> Visa Nomad Digital Korsel Resmi Dibuka, Syaratnya Lebih Mudah

"Semua penemuan dari misi-misi pelopor seperti Voyager dan New Horizons ini mengajarkan kita betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang apa yang terbentang di luar sana," ujar dia.