PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan kesiapan infrastruktur untuk mendukung program pemerintah dalam penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG.

Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil, mengatakan dukungan akan diberikan jika perusahaan mendapat penugasan dari pemerintah.

>>> TNI Buka Suara soal Pengamanan di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah

Saat ini program CNG masih menjadi kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan masih dalam tahap uji coba.

"Prinsipnya nanti bilamana kami diminta untuk ikut serta, kami siap support, melihat juga dari peran kami misalnya sebagai infrastrukturnya," ujar Sulthani di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegalgede, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (8/7).

Pertagas berpotensi berperan sebagai penyedia infrastruktur dalam ekosistem CNG, mulai dari penyaluran gas hingga penyediaan stasiun kompresi.

Dari sisi infrastruktur, jaringan pipa gas Pertagas telah terhubung dari Sumatera bagian tengah hingga Jawa bagian timur sebagai tulang punggung penyaluran gas nasional.

>>> Microsoft Alihkan Obsidian Entertainment ke Proyek Fallout Baru

Meski demikian, keterlibatan Pertagas masih menunggu kebijakan pemerintah.

"Secara pipa, kalau kita bicara dari Sumatera bagian tengah sampai ke Jawa bagian timur, kita sudah terhubung pipanya sebagai pipa backbone," pungkas Sulthani.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyebutkan akan melibatkan berbagai pihak untuk pengadaan tabung gas CNG, termasuk Kementerian Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

>>> Prancis Tak Pernah Tertinggal Sepanjang Piala Dunia 2026

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menekankan aspek keselamatan tidak hanya dari Kementerian ESDM, tetapi juga dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BSN yang menerbitkan standar.