Komandan Senior Iran itu menilai musuh keliru jika menganggap Iran bisa diperlakukan seperti negara lain yang pernah menjadi sasaran operasi militer AS.

Ia justru menantang Amerika untuk membuktikan kemampuannya.

Sayyari heran mengapa AS tidak pernah berani mendaratkan satu pun pasukan marinir di wilayah Iran jika benar memiliki kemampuan seperti yang diklaim.

Menurutnya, hal itu menunjukkan kekuatan militer Iran masih menjadi faktor penangkal.

Ia juga mengeluarkan ancaman paling keras kepada Washington. Setiap upaya pendaratan pasukan musuh akan berakhir dengan bencana besar.

"Musuh tahu bahwa jika melakukan tindakan bodoh seperti itu, mereka akan masuk ke neraka yang tidak memiliki jalan keluar," tegasnya.

Pernyataan ini menambah ketegangan antara Iran dan AS. Kedua negara baru-baru ini saling melancarkan serangan militer dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, Trump sempat menyatakan potensi mengambil alih Pulau Kharg.

>>> Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Jemaah Hanya Bayar 40 Persen

Namun ia memerintahkan militernya untuk tidak merusak fasilitas minyak di pulau tersebut karena dianggap masih bernilai strategis bagi Washington.