Insiden ini membuat hubungan kedua negara kembali berada di ambang tanduk dan berpotensi menggagalkan negosiasi yang sedang berjalan.

Para analis memperingatkan bahwa gangguan yang berkepanjangan di kawasan ini akan melambungkan harga energi dunia.

Pada akhirnya akan membebani konsumen dan pemerintah yang tengah berjuang melawan inflasi biaya bahan bakar.

Di sisi lain, pencabutan izin ekspor ini dipastikan bakal memukul balik perekonomian Iran yang sudah terseok-seok akibat sanksi bertahun-tahun.

Selama ini, ekspor minyak menjadi sumber pendapatan krusial bagi Teheran untuk menghasilkan miliaran dolar AS demi mendanai pengeluaran pemerintah dan menopang ekonomi.

Presiden Rapidan Energy Group Bob McNally menilai situasi ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa stabilitas geopolitik yang sempat diupayakan kedua negara tidak sekuat yang dikira.

Ia menambahkan bahwa pasar minyak perlu menyesuaikan harga dengan mempertimbangkan risiko.

>>> Momen Peti Khamenei Tiba di Najaf, Disambut Haru Warga Irak

"Perkembangan tersebut menandakan bahwa gencatan senjata tidak sekuat dan sekuat yang diasumsikan pasar minyak," kata McNally.