Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut penghentian total perdagangan dengan Spanyol. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Ankara, Turki, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Trump menilai Spanyol sebagai mitra yang buruk dalam NATO karena tidak berpartisipasi dan tidak membayar iuran pertahanan yang memadai.

>>> Suami Selingkuh, TKW di Bojonegoro Robohkan Rumah Hasil Kerja Bertahun-tahun

"Saya tidak ingin ada hubungan dengan Spanyol. Hentikan semua perdagangan dengan Spanyol," ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memicu gejolak di pasar keuangan Spanyol.

Imbal hasil obligasi 10 tahun acuan Spanyol naik hampir 10 basis poin menjadi 3,5682%, sementara indeks IBEX 35 turun lebih dari 2,8%.

Kritikan ini muncul di tengah KTT NATO yang membahas komitmen pertahanan Eropa. Trump juga menyebut ada beberapa anggota lain yang tertinggal, tetapi Spanyol menjadi sorotan utama.

Menurut data Stockholm International Peace Research Institute, belanja militer Spanyol naik dari 1,4% PDB pada 2021 menjadi 2,1% pada 2025.

>>> Jadwal Veda Ega di Moto3 Jerman 2026: Target Kembali ke Jalur Poin

Namun, Spanyol menjadi satu-satunya sekutu yang menolak komitmen mencapai 5% pada 2035.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang duduk di samping Trump mencoba meredakan dengan menyebut kemajuan Spanyol. "Spanyol telah membayar 2%.

Mereka membuat langkah besar tahun lalu," kata Rutte.

Kantor Perdana Menteri Spanyol menanggapi pernyataan Trump sebagai retorika politik biasa. Mereka menegaskan hubungan bilateral tetap saling menguntungkan.

>>> Piala Dunia 2026 Untungkan FIFA, Tuan Rumah AS Justru Tekor Rp4,5 T

Sebelumnya, Duta Besar AS untuk NATO Matthew Whitaker menyebut ketegangan soal pendanaan pertahanan sebagai tantangan yang pernah dihadapi sebelumnya.