Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan sekutu Eropa. Ia menegaskan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela KTT NATO di Ankara. Trump mengatakan Greenland seharusnya dikendalikan AS, bukan Denmark.

>>> Ade Darmawan: Putusan Praperadilan Roy Suryo Bermasalah, Terlambat Diputus

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen langsung merespons tegas. Ia meminta semua pihak menghormati kedaulatan Kerajaan Denmark dan Greenland.

"Saya berharap semua pihak memahami bahwa hal itu tidak akan terjadi," ujar Frederiksen. Ia memastikan isu tersebut tidak masuk agenda pertemuan di Ankara.

Penolakan juga datang dari Pemerintah Greenland. Menteri Luar Negeri Greenland Mute Egede menegaskan masa depan wilayah itu hanya ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

Trump tetap bersikeras bahwa penguasaan Greenland penting bagi keamanan nasional AS. Ia mengaitkannya dengan aktivitas kapal China dan Rusia di kawasan tersebut.

>>> Tambang Rare Earth Senilai $1,8 Miliar di Afrika Selatan Mulai Beroperasi

"Itulah yang merusak hubungan saya dengan NATO. Greenland tidak benar-benar dibantu Denmark," kata Trump.

Ia juga menyinggung bantuan AS ke Denmark selama ini.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menyatakan komunikasi tetap berjalan antara Washington, Denmark, dan Greenland. Namun belum ada tanda perubahan sikap dari kedua pihak.

>>> Steam Diperkirakan 50% Lebih Besar dari PlayStation, Capai 200 Juta Pengguna Aktif Bulanan

Pernyataan Trump kembali membuka ketegangan antara AS dan Eropa. Di tengah upaya aliansi memperkuat solidaritas, wacana pengambilalihan wilayah berpotensi memperlebar perbedaan pandangan.