Tambang Steenkampskraal di Western Cape, Afrika Selatan, yang telah mati suri selama lebih dari enam dekade, kini resmi kembali beroperasi.

Tambang ini, bersama dengan Mintek, berhasil memproduksi produk rare earth campuran berkadar tinggi di fasilitas laboratorium.

>>> Steam Diperkirakan 50% Lebih Besar dari PlayStation, Capai 200 Juta Pengguna Aktif Bulanan

Pencapaian ini disebut sebagai fondasi untuk produksi komersial yang ditargetkan sebelum akhir 2026.

Dari Tidur Panjang Menuju Produksi

Steenkampskraal pertama kali dibuka pada 1952 oleh Anglo American dan dihentikan operasinya pada 1963.

Proyek ini secara resmi diaktifkan kembali pada 2024 setelah mendapat persetujuan dari Regulator Nuklir Nasional Afrika Selatan dan Departemen Sumber Daya Mineral dan Perminyakan.

Pendanaan untuk pabrik pengolahan metalurgi tahap pertama telah diamankan melalui Industrial Development Corporation.

Konstruksi sedang berlangsung, dengan komisioning pabrik dijadwalkan pada Agustus 2026 dan pengiriman pertama diharapkan sebelum akhir tahun yang sama.

Mengapa Rare Earth Penting

Rare earth adalah kelompok 17 elemen yang tidak selalu langka secara harfiah. Menurut U.

S. Geological Survey, sumber ekonomi utama meliputi mineral seperti monazite, bastnasite, loparite, dan lempung ion-adsorpsi laterit.

Neodymium dan praseodymium digunakan untuk membuat magnet kuat pada speaker kecil dan motor kendaraan listrik, sementara dysprosium dan terbium membantu magnet mempertahankan kekuatannya pada suhu tinggi.

Dengan demikian, tambang ini berdampak pada berbagai produk, dari headphone hingga turbin angin lepas pantai.

Setelah enam dekade mati suri, Steenkampskraal berhasil memproduksi produk rare earth berkadar tinggi, menandai tonggak penting bagi sektor mineral kritis Afrika Selatan.

Dimensi Energi Bersih dan Pertahanan

Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan bahwa permintaan magnet rare earth telah berlipat ganda sejak 2015 dan diperkirakan tumbuh sepertiga lagi pada 2030.