Petenis wildcard Inggris Arthur Fery akan berhadapan dengan unggulan kesembilan asal Italia Flavio Cobolli di perempatfinal Wimbledon, Rabu (10/7) di All England Club.

Fery berusaha menjadi pria Inggris kelima yang mencapai semifinal Wimbledon sejak 1968.

>>> Trump Minta Perdagangan dengan Spanyol Dihentikan Total karena Dana NATO

Petenis peringkat 114 dunia itu melaju ke perempatfinal Grand Slam pertamanya setelah mengalahkan mantan petenis nomor tiga dunia Grigor Dimitrov dalam tie-break set kelima.

Sementara itu, Cobolli, runner-up Prancis Terbuka 2024 yang berusia 24 tahun, mencapai perempatfinal untuk tahun kedua berturut-turut setelah mengalahkan unggulan kelima Alex de Minaur dalam set langsung.

Fery sebelumnya mengalahkan Cobolli dalam set langsung pada babak pertama Australia Terbuka Januari lalu, meskipun petenis Italia saat itu sedang berjuang melawan sakit perut.

Menurut BBC Sport, Fery memimpin di antara petenis perempatfinal dalam efisiensi net, memenangkan 78% poin serve-and-volley dan 63% poin net secara keseluruhan.

Petenis Inggris itu telah bangkit dari ketertinggalan satu set dalam empat kemenangan turnamennya, menjalani pertandingan lima set berturut-turut melawan Zizou Bergs dan Dimitrov.

Sebaliknya, Cobolli memiliki rekor 10-1 di turnamen Grand Slam musim ini, meraih gelar ATP Tour ketiganya, dan masuk ke 10 besar dunia.

Analisis dan Strategi

Analis BBC Sport Jamie Murray menyoroti dinamika teknis dan mencatat bahwa Fery tetap menjadi underdog meskipun performa rumputnya kuat.

"Arthur tetap menjadi underdog mengingat perbedaan peringkat dan pengalaman level atas," kata Murray.

Murray menyarankan Fery untuk menerapkan strategi agresif "crush and rush" pada servis kedua lawan untuk membatasi waktu persiapannya.

"Itu menjadi salah satu kekuatan terbesarnya di turnamen ini," ujar Murray.