>>> Scaloni Ungkap Alasan Menangis usai Laga Dramatis Argentina vs Mesir

YouTube bahkan telah melampaui Netflix dengan rata-rata waktu tonton harian 99,1 menit pada 2025.

Dilansir TechCrunch, metodologi dan demografi tiap laporan berbeda-beda sehingga angka pastinya perlu disikapi hati-hati.

Namun, arah tren dari setiap laporan konsisten, yakni YouTube dan TikTok adalah pesaing sesungguhnya Netflix saat ini.

Langkah Netflix dan Munculnya Mikrodrama

Netflix telah menyadari ancaman ini. Perusahaan merombak tampilan aplikasinya pada April 2026 dengan menambahkan feed bergaya TikTok berbasis konten Netflix.

Meski begitu, langkah ini tidak berhasil karena fitur tersebut masih diposisikan sebagai alat bantu mencari tontonan, bukan sebagai tontonan itu sendiri.

Kekosongan itu turut diisi aplikasi mikrodrama yang tumbuh pesat.

Data firma intelijen aplikasi Appfigures mencatat aplikasi mikrodrama ReelShort membukukan pendapatan konsumen kotor sekitar US$1,2 miliar sepanjang 2025, melonjak 119 persen dari tahun sebelumnya.

Kompetitornya, DramaBox, mencatat pendapatan US$276 juta, lebih dari dua kali lipat capaian 2024.

TikTok pun ikut meluncurkan aplikasi mikrodrama sendiri untuk menguji minat pasar terhadap format ini.

Menghadapi tekanan tersebut, Netflix tampak perlu mengevaluasi ulang cara menggarap, memproduksi, dan merilis serial TV.

Salah satu opsi yang mungkin bisa diambil adalah memprioritaskan serial satu musim atau miniseri, sehingga penonton tak perlu khawatir sebuah cerita berakhir menggantung.

>>> Utang Nenek di Bank Jombang Bengkak dari Rp25,5 Juta Jadi Rp140 Juta

Opsi lain adalah memecah serial menjadi segmen-segmen lebih pendek, menyerupai model yang pernah diusung platform Quibi.