Penonton Netflix semakin banyak yang berhenti menonton sebuah serial sebelum masuk musim kedua. Penyebab utamanya adalah pergeseran pola konsumsi ke konten dengan durasi lebih pendek.

Hal tersebut dilaporkan Bloomberg yang mengutip data internal Netflix. Laporan ini menyebut beberapa alasan penonton pergi adalah pembatalan serial hingga jeda rilis musim yang terlalu lama.

>>> 5 Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan Jantung dan Otak

Namun, penyebab utama fenomena ini adalah pergeseran mendasar dalam cara orang mengonsumsi hiburan.

Kompetitor utama Netflix kini bukan lagi jaringan televisi, melainkan TikTok, YouTube, Instagram Reels, dan berbagai aplikasi mikrodrama.

Model Binge Mulai Ditinggalkan

Netflix disebut membawa inovasi yang bertahan selama lebih dari satu dekade, yakni model tayang sekaligus atau binge satu musim penuh.

Inovasi ini dirancang untuk era ketika Netflix masih bersaing dengan televisi konvensional.

Model binge pertama kali diperkenalkan Netflix lewat serial "House of Cards" pada Februari 2013, dengan merilis seluruh episode satu musim sekaligus.

Format ini dianggap revolusioner kala itu karena membebaskan penonton dari rutinitas televisi linear.

Strategi ini terbukti berhasil.

Firma riset Nielsen pada Juni 2025 mencatat, untuk pertama kalinya, format streaming ala Netflix melampaui total tontonan broadcast dan kabel di Amerika Serikat.

Namun kemenangan itu membuka front pertempuran baru.

Berdasarkan data eMarketer, pengguna dewasa di AS pada 2024 menghabiskan rata-rata 62,1 menit per hari untuk Netflix, dibandingkan 58,4 menit untuk TikTok, menunjukkan selisih yang kian tipis.

Sementara itu, Financial Times pada tahun yang sama melaporkan pengguna TikTok secara global menghabiskan rata-rata 95 menit per hari di aplikasi tersebut.