Sosok Febrian Paundra Alditama, pemuda yang mengalami kecelakaan tunggal saat mengemudikan mobil sport McLaren di Jalan Sukoharjo–Solo, Rabu (8/7/2026) dini hari, ternyata dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial. Pemuda 21 tahun asal Dukuh Ngemul, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari itu selama ini menjadi donatur tetap bagi anak-anak yatim piatu di Sanggar Bhineka Sukoharjo.

Di lingkungan sanggar, Febrian yang akrab disapa Andra disebut kerap memberikan bantuan tanpa banyak diketahui publik. Dukungan yang diberikannya tidak hanya berupa uang, tetapi juga kebutuhan konsumsi untuk kegiatan belajar anak-anak.

>>> Utang Nenek di Bank Jombang Membengkak Jadi Rp140 Juta, Kuasa Hukum Dugaan Ada Penipuan

Tiga Hari Sebelum Kecelakaan Bantu Bayar Sewa Sanggar

Ketua Sanggar Bhineka Sukoharjo, Agus Widanarko atau Danar, mengatakan bantuan terakhir dari Andra diterima hanya tiga hari sebelum kecelakaan terjadi.

Saat itu, pengelola sanggar tengah kesulitan memenuhi biaya sewa gedung. Andra datang dan membantu melunasi kontrakan sehingga kegiatan pembinaan anak-anak tetap dapat berjalan.

"Alhamdulillah, tiga hari sebelum musibah itu Mas Andra membantu kami melunasi biaya kontrakan sanggar. Saat itu kami memang sedang kebingungan mencari dana. Bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan kegiatan anak-anak di sini," ujar Danar, Rabu (8/7).

Selain membantu biaya operasional, Andra juga rutin mengirim nasi kotak ketika sanggar mengadakan kelas belajar maupun les tambahan.

"Beliau tidak pernah banyak bicara, tetapi langsung membantu. Anak-anak sangat terbantu dengan perhatian itu," kata Danar.

>>> Lauren Bennett Sakit Apa? Benarkah Overdosis? Berikut Kronologi Tewasnya Penyanyi Party Rock Anthem

Anak-Anak Sanggar Gelar Doa Bersama

Kabar kecelakaan yang dialami Andra membuat pengurus dan anak-anak di Sanggar Bhineka merasa terpukul. Mereka kemudian menggelar doa bersama dengan harapan kondisi donatur tersebut segera membaik.