Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, mendapat kartu kuning setelah melakukan gestur anti rasialisme usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina, Rabu (8/7) dini hari WIB.

Argentina menang dramatis dengan skor 3-2 dan menyingkirkan Mesir dari turnamen. Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, Hassan membentuk tanda 'X' dengan kedua tangannya.

>>> TVS Waspadai Banyak Merek Motor Listrik Tak Bertahan Lama

Tanda 'X' tersebut merupakan bagian dari protokol anti rasialisme FIFA. Jika ada pemain, pelatih, atau ofisial yang melakukan gestur itu, wasit harus mengikuti tiga prosedur.

Pertama, wasit melakukan observasi terhadap kejadian di lapangan. Kedua, wasit berbicara dengan subjek yang melakukan gestur.

Ketiga, perangkat pertandingan berkomunikasi dengan wasit untuk menentukan apakah laga berlanjut atau tidak.

>>> IHSG Merosot ke Level 5.936, Ada 386 Saham Merah Pagi Ini

Namun, gestur Hassan dilakukan setelah pertandingan berakhir. Wasit tetap memberikan kartu kuning karena tindakan pelatih berusia 59 tahun itu.

Dalam konferensi pers, Hassan murka dan menyebut wasit tidak adil. Ia juga mengatakan Piala Dunia 2026 adalah 'karpet merah' untuk Argentina.

"Wasit tidak adil, Tuhan sudah cukup bagi saya. Tapi [wasit] menyia-nyiakan perjuangan satu bangsa.

>>> Buron Pemalsu Meterai Tewas Lompat dari Lantai 7 Apartemen Depok

Turnamen ini sudah diatur untuk Argentina," kata Hassan dikutip dari Sky Sports.