Fitur deteksi panggilan palsu ini aktif secara otomatis begitu terpasang. Cara kerjanya seperti "jabat tangan digital" antarperangkat.

"Ketika sebuah kontak menelepon dan kedua perangkat sama-sama menggunakan Phone by Google, perangkat penelepon mengirim sinyal konfirmasi diam-diam secara real time untuk memverifikasi bahwa panggilan itu benar berasal dari perangkat kontak yang bersangkutan," kata Google di laman resminya, Selasa (2/6).

Proses ini menggunakan teknologi Rich Communication Services (RCS) yang terenkripsi end-to-end. Google menyebut prosesnya bersifat privat.

Jika penipu mencoba menyamar sebagai kontak korban, sinyal konfirmasi awal akan hilang. Perangkat korban akan mendeteksi kejanggalan ini dan mengirim sinyal pengecekan ke perangkat asli kontak yang ditiru.

Apabila perangkat asli merespons bahwa pemiliknya sedang tidak melakukan panggilan, pengguna akan menerima peringatan di layar untuk segera mengakhiri panggilan.

Pengguna dapat menonaktifkan fitur ini kapan saja melalui pengaturan aplikasi Phone by Google.

Google menyebut fitur ini mulai digulirkan secara global pada Phone by Google untuk perangkat Android 12 ke atas, dimulai dari lini Pixel.

>>> 10 Anime Slice of Life Anti Membosankan yang Wajib Ditonton

Phone by Google telah menjadi aplikasi telepon bawaan di sebagian besar perangkat Android.