Meski demikian, BI menilai pelemahan rupiah masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya.

>>> Tiga Tanda Dinasti Jokowi Mulai Kehilangan Pengaruh

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Denny menegaskan BI akan terus melakukan intervensi di berbagai instrumen pasar, baik di pasar domestik maupun internasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), Non Deliverable Forward (NDF), serta memperkuat komunikasi dengan pelaku pasar.

"Bank Indonesia tidak akan tinggal diam.

Bank Indonesia seperti biasa akan all out untuk bagaimana menjaga rupiah itu tetap stabil dengan kecenderungan menguat," jelasnya.

Denny juga menanggapi pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang sebelumnya memperkirakan rupiah akan menguat pada Juli.

Menurutnya, pergerakan nilai tukar sangat dinamis dan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, terutama perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

"Satu bulan, dua bulan, tiga bulan bahkan perkembangannya tidak statis, perkembangannya dinamis," ucapnya.

Ke depan, BI berharap tekanan terhadap rupiah akan mulai mereda seiring stabilisasi pasar keuangan global.

Bank sentral memastikan akan terus hadir di pasar untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap rupiah.

>>> BEI Buka Dialog dengan S&P DJI Usai Indonesia Masuk Watchlist 2027

"Bank Indonesia all out akan terus berada di pasar untuk memberikan jaminan bahwa rupiah itu tetap akan stabil dan secara perlahan kita akan menguat, rupiah itu menguat," pungkasnya.