KPR Subsidi 40 Tahun: Solusi Punya Hunian atau Ilusi Beban Utang?
Ia menilai pemerintah perlu mewajibkan simulasi total pembayaran, memperkuat edukasi risiko, dan meningkatkan perlindungan konsumen agar masyarakat memahami konsekuensi mengambil pinjaman hingga empat dekade.
Tantangan bagi Perbankan
Di sisi lain, Syafruddin melihat tenor panjang juga membawa tantangan baru bagi industri perbankan.
Menurutnya, kebijakan tersebut memang berpotensi memperluas portofolio KPR subsidi dan memperbesar basis nasabah.
Kepastian bunga FLPP yang ditanggung pemerintah juga menjadi daya tarik tersendiri.
Semakin panjang tenor kredit, dinilai semakin memperpanjang pula risiko yang harus ditanggung bank.
Dalam rentang 40 tahun, kata dia, debitur berpotensi mengalami berbagai perubahan kondisi seperti kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, sakit, perceraian, hingga perubahan biaya hidup.
Risiko juga meningkat apabila kualitas rumah rendah, lokasi tidak produktif, atau nilai properti tidak berkembang sesuai kebutuhan pasar.
"Risiko NPL tidak hanya ditentukan oleh cicilan awal yang ringan, tetapi oleh stabilitas pendapatan debitur dan kualitas rumah yang dibiayai," ujarnya.
Karena itu, ia menilai bank tetap harus memperketat penilaian kemampuan bayar calon debitur dan menjaga rasio cicilan terhadap pendapatan.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan kualitas pengembang, legalitas lahan, akses transportasi, dan kelayakan kawasan agar rumah subsidi tetap memiliki nilai ekonomi.
>>> AS Bombardir Iran Lagi saat Gencatan, Ini Penyebabnya
Syafruddin mengakui sektor perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar karena mampu menggerakkan industri konstruksi, semen, baja, keramik, furnitur hingga menyerap tenaga kerja.
Ia mencatat realisasi FLPP hingga 11 Juni 2026 baru mencapai 77.532 unit atau sekitar 22,15 persen dari target 350 ribu unit tahun ini, sehingga ruang percepatan masih terbuka.
Meski begitu, ia menilai memperpanjang tenor kredit saja belum cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ketika daya beli masyarakat masih lemah.
Update Terbaru
IHSG Dibuka Melemah, 195 Saham Berada di Zona Merah
Rabu / 08-07-2026, 09:33 WIB
Kisah Ibu 3 Anak Jalani Mommy Makeover, Niat Kembali 'Gadis' Berakhir Tragis
Rabu / 08-07-2026, 09:33 WIB
Samsung dan Qualcomm Beri Kode, Galaxy Z Fold8 Pakai Chip 'For Galaxy'
Rabu / 08-07-2026, 09:33 WIB
Yoroi-Shinden Samurai Troopers Bagian 2 Umumkan Pengisi Suara Hina Suguta
Rabu / 08-07-2026, 09:28 WIB
Kuasa Hukum Karmelo Anthony Ajukan Banding Atas Vonis 35 Tahun Penjara
Rabu / 08-07-2026, 09:28 WIB
Serangan Rusia Lukai Belasan Orang di Ukraina, Kyiv Targetkan Kapal Tanker
Rabu / 08-07-2026, 09:28 WIB
Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini 8 Juli 2026 Turun Tipis
Rabu / 08-07-2026, 09:24 WIB
Mustika Ratu Cetak Dua Rekor MURI di Jakarta Fair 2026
Rabu / 08-07-2026, 09:23 WIB
Hitung Mundur Peluncuran Pixel 11 Resmi Dimulai
Rabu / 08-07-2026, 09:23 WIB
6 Jurusan Favorit Jalur Mandiri Tulis dan Kemitraan UNAIR 2026
Rabu / 08-07-2026, 09:23 WIB
11 Contoh Soal Jangkauan beserta Pembahasannya untuk Latihan
Rabu / 08-07-2026, 09:23 WIB
Pelatih Mesir Tuding FIFA Ingin Messi Bertahan di Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 09:23 WIB
Swiss Kalahkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final
Rabu / 08-07-2026, 09:22 WIB
Djokovic dan Sinner Lolos ke Semifinal Wimbledon 2026
Rabu / 08-07-2026, 09:07 WIB







