Melatonin adalah hormon yang diproduksi tubuh secara alami di malam hari untuk menandakan bahwa malam akan tiba.

>>> Kekalahan dari Belgia, Suporter AS Akui Timnya Mempermalukan Diri

Sebagai suplemen, melatonin dapat membantu beberapa pelancong menggeser waktu tidur, tetapi bukan solusi universal dan harus digunakan dengan hati-hati.

Waktu konsumsi melatonin sangat penting. Mengonsumsinya pada waktu yang salah mungkin tidak membantu atau bahkan mendorong jam tubuh ke arah yang salah.

Pelancong yang sedang hamil, mengelola penyakit kronis, minum obat, atau mempertimbangkan melatonin untuk anak-anak harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Di Amerika Serikat, melatonin dijual sebagai suplemen makanan, bukan obat resep.

Studi menemukan bahwa beberapa produk mengandung melatonin jauh lebih banyak atau lebih sedikit dari yang tertera pada label, terutama dalam bentuk gummy.

Itulah salah satu alasan para ahli merekomendasikan kehati-hatian.

Langkah Sederhana Mengatasi Jet Lag

Tidak ada satu trik pun yang menghilangkan jet lag bagi setiap pelancong, tetapi beberapa kebiasaan dapat membuat transisi lebih lancar.

Mulailah menggeser jadwal tidur sedikit sebelum keberangkatan jika perjalanan memungkinkan.

Gunakan paparan cahaya secara strategis berdasarkan arah perjalanan. Hindari cahaya terang pada waktu yang akan mendorong jam ke arah yang salah.

Usahakan makan sesuai jadwal lokal setelah tiba.

Batasi tidur siang agar tidak mengganggu tidur malam. Tetap terhidrasi, tetapi jangan hanya mengandalkan air untuk mengatur ulang jam tubuh.

Batasi alkohol karena dapat memperburuk kualitas tidur dan dehidrasi.

Langkah-langkah ini bekerja paling baik jika mendukung tujuan yang sama: membantu tubuh mempelajari ritme siang-malam lokal yang baru.

Kronotipe Juga Berperan

Beberapa orang secara alami lebih waspada di pagi hari, sementara yang lain lebih aktif di malam hari. Kecenderungan ini, sering disebut kronotipe, dapat memengaruhi respons terhadap jet lag.