Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga berdialog dengan orang tua tunggal calon siswa, Retno Mariani (26), yang sehari-hari memenuhi kebutuhan hidup dengan mengumpulkan rosok.

Di hadapan Mensos, Retno berharap putranya, Endra (12), yang putus sekolah dan belum bisa membaca, dapat memiliki masa depan lebih baik setelah bergabung di Sekolah Rakyat.

"Anak saya tidak bisa sekolah kalau tidak ada Sekolah Rakyat. Semoga (nanti) menjadi anak yang sukses dan bisa membanggakan orang tua," kata Retno berkaca-kaca.

Sebelumnya, semangat dan antusiasme siswa mewarnai jalannya acara sejak awal. Kedatangan Mensos Gus Ipul dan jajaran disambut meriah dengan yel-yel penuh semangat yang diteriakkan para siswa.

Penampilan siswa SRMA 20 Sleman sukses mencuri perhatian para tamu undangan melalui atraksi baris variasi yang dipimpin Komandan Peleton Lambang Damar Panggalih.

Dengan gerakan yang tegas, kompak, dan penuh percaya diri, penampilan para siswa berlangsung memukau. Pada kesempatan itu, danton juga melaporkan langsung kepada Mensos terkait kesiapan dimulainya acara.

Atraksi tersebut pun disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Suasana semakin semarak saat para siswa menampilkan atraksi silat dan karate yang menunjukkan disiplin, kekompakan, dan ketangkasan.

Kemampuan siswa juga ditunjukkan melalui pidato dalam tiga bahasa asing. Nur Faqikh dari SRMP 13 Banyumas membawakan pidato berbahasa Arab dengan fasih.

Diosy Lovina Siva dari SRMA 19 Bantul tampil percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Sementara itu, Azqia Tutut Nurjayanti dari SRMP 13 Banyumas memukau hadirin lewat pidato berbahasa Jepang.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan paduan suara siswa yang mengenakan seragam batik khas Sekolah Rakyat.

Mereka membawakan lagu "Koyo Jogja Istimewa" dengan penuh semangat, sebelum suasana berubah haru saat lagu bertema ayah dan ibu dinyanyikan.

Sejumlah tamu undangan tampak menyeka air mata.

Kehangatan acara semakin terasa ketika Mifta Jana Devi membacakan puisi tentang harapan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Yogyakarta untuk terus belajar dan berani bermimpi melalui Sekolah Rakyat.

Penampilan penuh penghayatan itu mendapat apresiasi dan tepuk tangan dari seluruh tamu undangan.

>>> UEFA Kecam FIFA Soal Penangguhan Sanksi Kartu Merah Balogun

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, para pejabat tinggi pratama dan madya Kemensos, Forkopimda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo, serta ratusan orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat.