Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kulon Progo, DIY, Senin (6/7).

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul memberikan pembekalan kepada para kepala sekolah.

>>> PKB Gelar Puncak Harlah ke-28 di Jakarta, Prabowo Dijadwalkan Hadir

Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga kemampuan sekolah membangun empati dan integritas.

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak semata berfokus pada aspek akademik, melainkan juga menjadi ruang pembentukan kepedulian sosial bagi para siswa.

"Ini bekal saya untuk para kepala sekolah, penguatan pembelajaran dan empati sosial," kata Gus Ipul.

Pengelolaan Asrama dan Kurikulum Multi-Entry

Selain aspek pembelajaran, ia meminta pengelolaan sekolah berasrama diperkuat melalui tata kelola yang baik dan prosedur penanganan aduan yang jelas.

Kemensos bekerja sama dengan Taruna Nusantara dalam pengelolaan asrama.

"Perkuat manajemen asrama, bersama Taruna Nusantara mengelola Sekolah berasrama. Penanganan aduan harus dengan prosedur yang benar, bukan improvisasi," ujarnya.

Gus Ipul secara khusus meminta 26 kepala Sekolah Rakyat yang baru bergabung memahami administrasi kepegawaian serta kurikulum Sekolah Rakyat yang menerapkan konsep multi-entry dan multi-exit.

Menurutnya, para siswa memiliki latar belakang dan kemampuan yang beragam.

"Kurikulum sekolah rakyat itu multi-entry dan multi-exit. Tidak semuanya umurnya sama, tidak semua kemampuannya sama.

Banyak anak-anak putus sekolah dua hingga tiga tahun," katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh kepala sekolah memberikan perhatian serius kepada para siswa agar mereka memperoleh pendampingan dan kesempatan belajar yang optimal.

"Tolong perhatikan dengan baik dan sungguh-sungguh siswa-siswi kita ini. Ini bukan seminar formalitas, begitu pulang langsung eksekusi," tegasnya.