Penyerang tim nasional Brasil, Vinicius Junior, membantah tuduhan bahwa ia sengaja menghindari tugas sebagai eksekutor penalti saat Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Brasil harus mengakhiri perjalanan di babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Norwegia di Stadion MetLife, Amerika Serikat, Minggu (5/7/2026).

>>> Miliarder Bryan Johnson yang Terobsesi Hidup Abadi Justru Kena Penyakit Autoimun

Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar juara dunia Selecao menjadi 28 tahun.

Hasil tersebut juga mencatat sejarah baru: untuk pertama kalinya, babak perempat final berlangsung tanpa tiga negara dengan koleksi gelar juara dunia terbanyak, yakni Brasil, Italia, dan Jerman.

Dalam pertandingan itu, Brasil mendapat peluang emas melalui penalti setelah Matheus Cunha dilanggar pada babak pertama. Namun, tendangan Bruno Guimarães berhasil ditepis kiper Norwegia, Ørjan Nyland.

Penjelasan Vinicius Junior

Usai pertandingan, Vinicius menjelaskan bahwa keputusan eksekutor penalti telah ditentukan oleh pelatih Carlo Ancelotti sebelum laga dimulai.

"Pelatih sudah menentukan sebelum pertandingan siapa yang akan mengambil penalti. Dia memilih Bruno.

Saya tidak pernah egois dan tidak pernah mengejar gelar top skor turnamen, karena itu Bruno yang mengambil tendangan," kata Vinicius.

Pemain bernomor punggung tujuh itu juga membantah anggapan bahwa ia sengaja menghindari momen krusial tersebut.

"Banyak orang akan mengatakan bahwa saya tidak mau mengambil penalti, tetapi saya tidak pernah menghindarinya. Saya juga mengambil penalti di Real Madrid ketika pelatih menunjuk saya," tegasnya.

>>> Sinopsis Film Golden Job di Bioskop Trans TV Hari Ini

Vinicius memastikan tidak ada perdebatan di antara pemain terkait penentuan eksekutor. Ia meminta publik tidak menyalahkan Bruno Guimarães yang dinilainya tampil baik sepanjang turnamen.