"Tidak ada perdebatan sama sekali. Pelatih memilih Bruno.

Sayangnya dia gagal. Sepak bola memang seperti itu.

Saya memberikan dukungan penuh kepada Bruno," lanjutnya.

Keputusan Berdasarkan Statistik

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti menjelaskan bahwa penentuan urutan penendang penalti didasarkan pada analisis statistik yang telah disusun tim pelatih sepanjang musim.

Menurut Ancelotti, Neymar masih menjadi penendang penalti terbaik Brasil. Namun, karena tidak berada di lapangan, Bruno Guimarães menjadi pilihan utama berdasarkan urutan yang telah ditetapkan.

"Kami membuat analisis statistik selama satu tahun. Penendang penalti terbaik adalah Neymar, kemudian Igor Thiago, Raphinha, Bruno Guimarães, lalu Martinelli.

Kami memilih Bruno karena dialah yang terbaik di lapangan," kata Ancelotti.

>>> Kena Amuk Fans Bola, Presiden FIFA Nonaktifkan Komentar Instagram

Ancelotti menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara spontan, melainkan berdasarkan evaluasi teknis dan data statistik yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan.