"Tidak pernah ada masalah sama sekali. Tapi tiba-tiba sekarang mereka mempermasalahkannya.

Kami hanya sekelompok orang yang ingin berkeliling dunia dan mengunjungi berbagai tempat," katanya.

Ia juga menilai keputusan pemerintah Turki justru merugikan pelaku usaha lokal yang kehilangan potensi pendapatan dari ribuan wisatawan kapal pesiar tersebut.

Sementara itu, pemerintah Provinsi Aydin, lokasi Pelabuhan Kuşadası berada, menegaskan tidak ada kemungkinan rombongan tersebut diizinkan menggelar kegiatan di wilayahnya.

Di Istanbul, aparat kepolisian juga dilaporkan menggerebek sebuah bar setelah beredar brosur yang mengiklankan pesta terkait Atlantis. Namun Campbell menegaskan brosur tersebut bukan diterbitkan maupun berafiliasi dengan perusahaannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdoğan semakin keras menyuarakan penolakan terhadap komunitas LGBTQ+.

>>> Apakah Bedak Kedaluwarsa Masih Boleh Dipakai? Kenali Ciri-Ciri dan Risikonya

Pemerintah Turki juga telah melarang penyelenggaraan parade Pride di Istanbul sejak 2015 dengan alasan keamanan dan ketertiban umum.