Kedatangan pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026) diwarnai aksi pengadangan oleh puluhan warga.

Peristiwa terjadi saat rombongan baru keluar dari gerbang bandara menuju lokasi kegiatan.

>>> Kemenpora Targetkan Raup Cuan dari Sport Tourism Global Rp9.800 Triliun

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, situasi sempat memanas.

Sejumlah orang mendekati iring-iringan kendaraan, dan seorang peserta aksi terlihat naik ke atap mobil yang diduga ditumpangi UAS untuk menghentikan laju kendaraan.

Aparat TNI dan Polri kemudian melakukan pengamanan ketat terhadap rombongan guna mencegah kericuhan meluas hingga situasi kembali kondusif.

Aksi oleh Gerakan Pemuda Dayak dan 1.000 Gong

Aksi tersebut dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak dan Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong.

Kehadiran UAS di Kutai Barat dijadwalkan untuk mengisi Tabligh Akbar sekaligus peringatan Hari Lahir Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning pada 3–4 Juli 2026.

>>> Utang RI Hampir Rp10.000 Triliun, Menkeu: Nilai Absolut Tak Pernah Turun

Koordinator aksi, Erika Siluq, mengatakan tujuan massa bukan untuk mencelakai UAS, melainkan menyampaikan aspirasi secara langsung.

"Kami ingin bertemu langsung dengan Ustaz Abdul Somad untuk menyampaikan harapan agar ceramah yang disampaikan tidak memprovokasi ataupun memecah belah kerukunan umat beragama di Kutai Barat," ujar Erika saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).

Dalam pernyataan sikapnya, Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong menyebut aksi tersebut dilandasi kekhawatiran terhadap sejumlah materi ceramah UAS di masa lalu yang dinilai berpotensi memicu perbedaan pandangan dan gesekan di tengah masyarakat.

Meski sempat diwarnai ketegangan saat kedatangan, rangkaian Safari Dakwah Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat tetap berlangsung hingga selesai dalam kondisi aman.

>>> Gas Murah Industri Belum Klop, Selisih Kebutuhan dan Pasokan Capai 160,83 BBTUD

Usai menyelesaikan seluruh agenda dakwahnya, UAS menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang telah memberikan pengamanan selama kegiatan berlangsung di Kalimantan Timur.