>>> Insentif Mobil Listrik Ditunda Lagi ke Agustus, Hyundai Pilih Menunggu

Ia mengaku memiliki ingatan tajam terhadap wajah-wajah tertentu di kalangan media.

Ronaldo menegaskan bahwa warisannya tidak bergantung pada gelar juara dunia.

"Saya tidak akan menjadi lebih Cristiano jika menang Piala Dunia, atau kurang Cristiano jika tidak menang," katanya.

Ia menyatakan komitmennya kepada tim nasional sudah mutlak, apa pun hasilnya.

"Saya pergi dengan hati nurani bersih. Bukan 100 persen, tapi 1.000 persen," ucapnya.

Pemain veteran itu berterima kasih kepada media yang terus memotivasinya.

"Saya belajar, setelah 40 tahun, bahwa dari kritik terbesarlah kita tumbuh sebagai pribadi. Dan saya berterima kasih karena dengan cara itu saya terus berkembang," jelasnya.

Bergeser ke lawan, Ronaldo memuji talenta yang dimiliki Spanyol, terutama pemain sayap berusia 18 tahun, Lamine Yamal.

"Dia pemain dengan masa depan cerah," kata Ronaldo.

Ia menyarankan Yamal untuk bersiap mental menghadapi kritikus yang pasti datang.

Ronaldo mengakui bahwa tekanan publik merupakan tantangan manusiawi bagi atlet profesional.

"Ada hari-hari sulit, karena kita semua manusia. Dalam sepak bola, karena selalu jadi sorotan, kadang lebih berat.

Tapi itu bagian dari pekerjaan," ujarnya.

Menatap laga kontra Spanyol, Ronaldo berharap kariernya di Piala Dunia belum berakhir.

"Semoga Tuhan menghendaki besok bukan pertandingan terakhir saya. Semoga," katanya.

Ia pun menantang media untuk terus mengkritiknya jika Portugal lolos.

>>> Haaland Samai Gol Mbappe dan Messi, Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026 Makin Panas

"Dengan begitu kalian bisa sedikit lagi membunuh saya! Coba bunuh saya," ucap Ronaldo sambil tersenyum.