Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menggelar rapat tingkat tinggi untuk membahas penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan.

Media lokal Israel, Channel 13, melaporkan bahwa pejabat militer dan pejabat senior keamanan menghadiri pertemuan tersebut.

>>> Elephant Parenting: Pola Asuh yang Bikin Anak Lebih Empatik

Sumber yang mengetahui informasi itu mengatakan rapat fokus pada identifikasi area yang termasuk dalam fase penarikan awal dan mekanisme penerapan langkah tersebut.

Koordinasi dengan pihak internasional, khususnya Amerika Serikat, juga menjadi bahasan dalam rapat tersebut.

Media Israel lainnya, KAN, sebelumnya melaporkan bahwa perwira militer Israel dan Lebanon yang dimediasi AS telah memulai pembicaraan untuk menetapkan kriteria 'zona bebas Hizbullah'.

Gagasan zona bebas Hizbullah muncul menjelang uji coba penarikan Israel dari dua desa di Lebanon selatan.

Berdasarkan kesepakatan kerangka kerja yang diteken Israel-Lebanon pekan lalu, Tel Aviv setuju melakukan penarikan bertahap dari wilayah Lebanon, dimulai dengan dua area percontohan.

Setelah ditarik, area tersebut akan diisi dan menjadi tanggung jawab Angkatan Bersenjata Lebanon.

>>> Jude Bellingham Jadi Andalan Inggris di Piala Dunia, Kenang Sosok Kakek dan Pelatih

Namun, hingga saat ini belum ada jadwal pasti penarikan penuh pasukan Israel.

Rapat Netanyahu dan pejabat pertahanan berlangsung saat Israel dan Lebanon terus membahas tindak lanjut kesepakatan mengenai pengaturan di lapangan.

Israel menggempur habis-habisan Lebanon pada awal Maret lalu, meskipun sebelumnya sudah ada gencatan senjata.

Imbas operasi ini, lebih dari 4.000 orang tewas dan lainnya mengalami luka-luka.

Lebanon terseret ke pusaran konflik setelah milisi Hizbullah menyerang Israel sebagai balasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

>>> Pelatih Belgia Kecewa Balogun Boleh Main: Seperti April Mop

Khamenei tewas dalam serangan brutal Israel dan Amerika Serikat pada akhir Februari lalu.