Mantan ombudsman surat kabar militer Amerika Serikat, Stars and Stripes, menggugat Departemen Pertahanan (Pentagon) ke pengadilan federal pada 5 Juli 2026.

Jacqueline Smith mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia setelah ia dipecat pada April lalu.

>>> Penipuan Tunjangan di Inggris Capai Rekor, Penuntutan Anjlok

Pemecatan itu terjadi setelah Smith menulis kolom yang mengkritik Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Gugatan ini bertepatan dengan tuntutan hukum terpisah yang diajukan oleh dua anggota dewan penasihat yang menuduh Pentagon melanggar Amandemen Pertama.

Smith menjelaskan bahwa tindakan hukumnya menyasar strategi pertahanan yang dianggap mengancam jurnalisme independen.

"Saya menuntut karena hak Amandemen Pertama saya dilanggar ketika saya menyuarakan kritik terhadap upaya Pentagon mengendalikan konten editorial Stars and Stripes," ujar Smith.

Ia menambahkan bahwa intervensi pemerintah menciptakan preseden berbahaya bagi sensor di lingkungan pemberitaan militer.

"Ketika lembaga pemerintah berkata, 'Kamu tidak boleh mencetak ini,' itu adalah awal dari lebih banyak larangan. Itu adalah kendali editorial," kata Smith.

Penentangannya dimulai setelah pejabat memerintahkan perubahan pada tata letak surat kabar dan opsi sindikasi.

Dalam kolom April lalu, Smith menulis, "Pete Hegseth tidak ingin Anda melihat kartun di surat kabar ini lagi."

Smith mengaku sadar akan risiko menghadapi pimpinan, tetapi reaksi yang diterimanya di luar dugaan.

"Saya seperti mengaduk sarang lebah, tetapi saya sama sekali tidak menduga akan ada pembalasan seperti ini," katanya.

Smith meyakini tujuan akhir Pentagon adalah mengubah publikasi independen itu menjadi alat propaganda.

"Tujuan akhirnya adalah menjadikan Stars and Stripes sebagai mesin propaganda urusan publik," peringatnya.

Ia menyoroti frasa disiplin yang membatasi dalam memorandum pertahanan Maret 2026.