"Itu adalah frasa yang digunakan dalam pengadilan militer," kata Smith.

Menurutnya, bahasa yang terlalu luas itu membuka peluang penegakan hukum yang sewenang-wenang terhadap peliputan jurnalistik biasa.

"Mereka bisa mengatakan apa pun melanggar 'tata tertib yang baik'," ujarnya.

Sebelum dipecat, Smith menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak kebijakan ini terhadap personel aktif di seluruh dunia.

"Ini merugikan pasukan yang mengandalkan surat kabar untuk liputan lengkap dan akurat, bukan propaganda," katanya.

Setelah pemecatan mendadak, Smith menegaskan kembali dedikasinya pada mandat pemberitaan fundamental surat kabar itu.

"Saya tahu berisiko bersuara, tetapi tanggung jawab saya terhadap Stripes dan Amandemen Pertama lebih utama," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa personel militer berhak mendapatkan berita tanpa filter, bukan informasi yang sudah diatur Departemen Pertahanan.

Dokumen hukum yang diajukan kuasa Smith menyebut pemecatan itu sebagai pelanggaran konstitusi yang nyata.

Gugatan itu menuduh perilaku Pentagon sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mengendalikan pemberitaan keamanan nasional.

Pemimpin redaksi Erik Slavin memaparkan kesulitan operasional akibat perubahan kebijakan mendadak Pentagon.

>>> Lima Negara UE Blokir Pembukaan Klaster 3 Negosiasi Serbia

"Kami ingin menyajikan sesuatu yang langsung menarik minat pembaca," kata Slavin.

Slavin menekankan bahwa meskipun didanai Departemen Pertahanan, publikasi ini membutuhkan otonomi jurnalistik mutlak.

"Kami berusaha menyediakan berita independen untuk komunitas militer," ujarnya.

Ia mencatat bahwa arahan terbaru telah menghilangkan sumber daya konten penting, termasuk materi sindikasi.

"Kami dilarang menayangkan komik dan tidak boleh lagi menggunakan berita dari layanan kawat berbayar," jelas Slavin.

Penghapusan langganan layanan kawat utama menghambat kemampuan surat kabar menyampaikan berita terkini secara global.