"Menjadi lebih sulit bagi kami untuk meliput berita terkini," kata Slavin.

Saat ditanya tentang pembenaran Pentagon terkait konten ideologis, Slavin mengaku tidak mendapat penjelasan.

"Saya benar-benar tidak tahu apa yang mereka maksud, karena mereka tidak menjelaskannya," ujarnya.

Pejabat Pentagon memulai restrukturisasi pada Januari dengan alasan modernisasi media bersejarah itu.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan akan memodernisasi operasi dan memfokuskan ulang konten dari "gangguan yang memboroskan semangat."

Kebijakan itu juga mengarahkan agar konten Stripes konsisten dengan tata tertib dan disiplin militer.

Pelamar kerja untuk posisi kosong di surat kabar itu kemudian dievaluasi berdasarkan kesediaan mereka mendukung tujuan administratif.

Arsip surat kabar menunjukkan bahwa bentrokan kepemimpinan atas kebebasan editorial telah terjadi sejak Perang Dunia I.

Jenderal John Pershing awalnya menginginkan publikasi ini menjadi cermin pemikiran tentara dan rakyat Amerika.

Mantan kurator Catherine Giordano mencatat bahwa kartunis masa perang terkenal menghadapi perlawanan serupa dari jenderal yang menginginkan penggambaran ideal.

Komandan Perang Dunia II berusaha menekan ilustrasi realistis demi standar presentasi yang kaku.

Sementara itu, reporter lapangan terus meliput penempatan rutin dan fitur budaya di luar negeri.

Koresponden Timur Tengah Lara Korte mengatakan tugas peliputannya terikat pada audiens, bukan tokoh politik.

"Saya bekerja untuk Stars and Stripes, bukan untuk Pentagon, bukan untuk pemerintahan mana pun, bukan untuk pembuat kebijakan," tegas Korte.

Ia melaporkan tidak merasakan hambatan langsung dalam tugas aktifnya.

"Saya tidak merasa dihentikan untuk meliput cerita tertentu," kata Korte.

Namun, ia waspada terhadap kemungkinan penyesuaian kebijakan di masa depan dari Departemen Pertahanan.

>>> Tiga Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Ginjal

Departemen Pertahanan menolak memberikan pernyataan mengenai gugatan yang sedang berlangsung atau tuduhan spesifik dalam tuntutan Smith.