Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menjadi sorotan.

Kehadirannya di sejumlah agenda PSI di Lampung memicu spekulasi tentang pergeseran dukungan politik menjelang Pemilu 2029.

>>> Anggota Kongres AS Salahkan Israel atas Perang dengan Iran, Dorong Hentikan Bantuan

Namun, Partai Golkar mengaku tidak merasa terancam. Golkar menilai perpindahan suara pemilih merupakan hal lumrah dalam dinamika politik dan tidak hanya menguntungkan satu partai.

"Golkar tidak khawatir karena selalu saja ada potensi perpindahan pemilih. Perpindahan pemilih bukan hanya ke PSI, bisa ke partai lain," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar M.

Sarmuji di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurut Sarmuji, peluang perpindahan pemilih justru berlangsung ke berbagai partai, termasuk ke Partai Golkar. Ia mengklaim banyak kader dari partai lain yang bergabung ke Golkar, meski tidak dipublikasikan.

"Hanya saja tidak kami publikasi karena tidak ada pentingnya. Di daerah-daerah, banyak orang partai lain masuk ke Partai Golkar," ujar Sarmuji.

>>> Trump Ultimatum Pengecer BBM: Turunkan Harga atau Hadapi Konsekuensi

Pernyataan itu disampaikan di tengah ramainya pembahasan safari politik Jokowi yang dimulai di Lampung sejak Jumat (26/6/2026).

Dalam agenda tersebut, Jokowi tampak mengenakan atribut PSI dan hadir bersama jajaran pengurus partai.

Langkah itu memunculkan beragam tafsir, mulai dari upaya memperkuat mesin PSI menuju Pemilu 2029, menjaga pengaruh politik setelah tak lagi menjabat presiden, hingga strategi politik keluarga.

Jokowi memulai rangkaian safari politiknya dengan menghadiri kegiatan relawan dan PSI di Lampung. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan partai tersebut.

>>> Liburan Tak Biasa untuk Gen Alpha, Saatnya Bermain Sambil Belajar di Kampung Main

"Saya yakin insya Allah di 2029 kita lihat nanti di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Mesuji, PSI akan menjadi yang terbesar di Lampung," kata Jokowi.