Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Lampung menuai beragam tafsir.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J Rachbini, menilai langkah itu menjadi sinyal mulai berakhirnya koalisi antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.

>>> Lebanon Tegaskan Komitmen Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Selatan, AS Beri Respons

Menurut Didik, keputusan Jokowi melakukan safari politik ke berbagai daerah menunjukkan adanya pilihan jalur politik tersendiri.

Hal itu dinilai berbeda dari arah pemerintahan saat ini dan berpotensi mengubah hubungan politik kedua tokoh.

Didik mengingatkan janji Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Ia sempat menyampaikan keinginan untuk hidup sebagai masyarakat biasa, namun perkembangan politik menunjukkan arah berbeda.

"Jokowi pernah berjanji pulang ke Solo menjadi rakyat biasa dan berkumpul dengan cucu, tetapi janji etis itu tidak pernah terjadi.

Dari dulu publik apalagi pesaing politiknya tidak percaya dan kemudian terbukti sekarang melakukan gerakan politik vulgar sebagai tanda koalisi dengan pemerintahan saat ini akan mulai tutup buku," ungkap Didik, Selasa (30/6).

Safari politik tersebut memperlihatkan mantan presiden tetap aktif memainkan peran dalam dinamika politik nasional.

Langkah itu berpotensi menciptakan persaingan baru di antara elite politik yang selama ini berada dalam lingkaran kekuasaan.

Didik menilai Jokowi dan Prabowo berisiko mengalami pelemahan apabila masing-masing mulai membangun basis politik secara mandiri menjelang kontestasi politik mendatang.

>>> China Bangun Tembok Surya 400 Km di Gurun Kubuqi, Terlihat dari Luar Angkasa

"Hubungan dan persekutuan keduanya semakin lemah, pasti secara politik bermasalah dan bahkan retak.

Ada kemungkinan politik tidak solid dan akan mempengaruhi konstelasi politik dan persaingan elit selama beberapa tahun ke depan," katanya.