Timnas Maroko tampil di Piala Dunia 2026 dengan skuad yang mayoritas pemainnya lahir di luar negeri.

Sebanyak 19 pemain dalam skuad Singa Atlas merupakan kelahiran luar negeri, tersebar di beberapa negara Eropa dan Kanada.

>>> Piala Dunia 2026: Jerman vs Paraguay Imbang, Laga Lanjut ke Extra Time

Tiga pemain lahir di Belanda: Sofyan Amrabat, Noussair Mazraoui, dan Anass Salah-Eddine.

Enam pemain lainnya lahir di Spanyol, termasuk Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Ismael Saibari, dan Chadi Riad.

Prancis juga menyumbang enam pemain seperti Issa Diop, Ayyoub Bouaddi, dan Gessime Yassine.

Belgia menjadi tempat lahir tiga pemain: Bilal El Khannouss, Chemsdine Talbi, dan Zakaria El Ouahdi.

Satu-satunya pemain kelahiran luar negeri non-Eropa adalah kiper Yassine Bounou yang lahir di Kanada.

>>> Israel Tegaskan Tak Akan Mundur dari Lebanon Meski Ada Mediasi AS

Fenomena Diaspora Maroko

Banyaknya pemain diaspora ini tak lepas dari sejarah migrasi besar-besaran warga Maroko ke Eropa sejak 1960.

Prancis, Belgia, dan Belanda menjadi tujuan utama karena kebutuhan tenaga kerja pascaperang.

Spanyol kemudian menjadi destinasi karena kedekatan geografis dan pertumbuhan ekonomi.

Generasi kedua dan ketiga diaspora Maroko tetap mempertahankan kewarganegaraan ganda, sehingga bisa direkrut federasi sepak bola.

Federasi Sepak Bola Maroko dinilai sukses menjaring pemain diaspora dan mengidentifikasi talenta berkewarganegaraan ganda.

>>> Pemenang Logo HUT ke-81 RI Dapat Rp100 Juta, 300 Pemilih Beruntung Juga Diganjar Hadiah

Pada laga melawan Brasil di fase grup, Maroko menjadi negara pertama yang seluruh pemain intinya lahir di luar negeri.