Pengadilan Banding Alberta pada Senin memberikan izin kepada Elections Alberta untuk melanjutkan proses verifikasi tanda tangan petisi referendum pemisahan diri.

Keputusan ini membalikkan blokade hukum sebelumnya yang menghentikan kampanye gerakan kemerdekaan.

>>> Belanda vs Maroko: Duel Sengit di Babak 32 Besar Piala Dunia

Petisi yang diorganisir oleh kelompok Stay Free Alberta ini sebelumnya dihentikan pada Mei setelah seorang hakim memutuskan bahwa pemerintah Provinsi Alberta gagal berkonsultasi dengan First Nations sebelum melanjutkan.

Baik pemerintah Alberta maupun Stay Free Alberta mengajukan banding atas penghentian tersebut, yang menghasilkan putusan sementara ini. Putusan tersebut mengizinkan peninjauan tanda tangan yang terkumpul untuk dilanjutkan.

Hakim Alice Woolley dari Pengadilan Banding Alberta menjelaskan alasan hukum di balik keputusan ini.

Menurutnya, pemohon akan menderita kerugian yang tidak dapat diperbaiki jika proses verifikasi tidak dilakukan hingga penyelesaian akhir sengketa hukum.

“Verifikasi yang akurat akan semakin sulit seiring berjalannya waktu. Orang yang menandatangani petisi mungkin pindah atau meninggal.

Mereka dapat mengubah alamat atau nomor telepon. Kepercayaan terhadap keamanan dan integritas lembaran yang terkumpul akan mulai terkikis,” tulis Woolley.

Woolley mencatat bahwa petisi tidak dapat maju ke pemungutan suara referendum resmi sampai banding akhir mendapat putusan pengadilan formal.

Meskipun litigasi masih berlangsung, Perdana Menteri Alberta Danielle Smith mengumumkan bahwa pemungutan suara provinsi terkait isu pemisahan diri akan tetap berlangsung pada 19 Oktober.

Woolley menyatakan bahwa pertanyaan pemungutan suara provinsi yang akan datang menunjukkan pemerintah telah mengakui gerakan separatis.

“Jika mayoritas (pada 19 Oktober) memilih untuk memulai proses hukum guna mengadakan referendum yang mengikat tentang apakah Alberta harus memisahkan diri dari Kanada, pertanyaan serupa mungkin akan diajukan kepada pemilih,” tulisnya.