Madonna Ciccone, Ratu Pop, melontarkan kritik tajam terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia seni.

Dalam wawancara terbaru dengan Vogue Italia, ia menegaskan bahwa AI bertentangan dengan esensi seni karena menghambat kreativitas dan mendorong jalur yang aman serta membosankan.

>>> Huang Zitao Didenda Polisi Beijing Rp6,5 Juta karena Langgar Lalu Lintas

"Algoritma dan kecerdasan buatan adalah kebalikan dari mengambil risiko, dan bagi saya itu adalah kebalikan dari membuat seni," ujar Madonna.

Pernyataan tersebut merupakan bagian dari kritiknya terhadap kondisi industri musik pasca-era influencer, yang menurutnya telah mengubah cara seniman berkolaborasi menjadi lebih buruk.

"Dulu kita berkumpul dengan pelukis, musisi, penari, dan seniman lainnya, bekerja dari tempat yang murni untuk satu sama lain.

Saya sangat menghargai pengalaman itu. Sekarang, untuk mendapatkan kontrak rekaman, Anda harus memikirkan berapa banyak pengikut yang Anda miliki," tambahnya.

Madonna sejalan dengan banyak seniman lain yang menganggap AI dilatih dengan karya seni curian.

Menurutnya, AI hanya mengulang gambar, video, tulisan, dan lagu yang dimasukkan ke dalamnya, lalu mengemas ulang dengan cara yang dapat diprediksi.

>>> Jin Ki Joo Ungkap Alasan Sering Berteriak di Drakor Teach You A Lesson

Banyak hasil AI memiliki "estetika AI" yang langsung terlihat dan seringkali dianggap menjijikkan.

Meski demikian, Madonna sendiri pernah menggunakan AI di masa lalu.

Ia beberapa kali mengunggah konten AI di Instagram, termasuk foto aneh dirinya bertemu Paus Fransiskus yang sudah meninggal.

Tim kreatifnya juga menggunakan AI untuk video promosi "Veronica Electronica" dan "The Untold Chapter" tahun lalu, serta untuk menghasilkan latar visual panggung tur konsernya pada 2024.

Namun, Madonna tampaknya memiliki batasan. Penggunaan AI tersebut terbatas pada aplikasi teknis dan tidak terlibat dalam proses penulisan musiknya.

>>> TMMIN Bantah Isu Investor Hengkang, Industri Otomotif RI Dinilai Masih Tangguh

Sikap Madonna mencerminkan polarisasi yang semakin tajam terhadap AI di kalangan seniman. Beberapa merasa muak, sementara yang lain tergoda oleh iming-iming uang dari industri AI.