Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi.

Langkah itu disebut sebagai awal manuver politik yang dapat membawa konsekuensi besar pada peta persaingan menuju 2029.

>>> Iran Kuasai Penuh Selat Hormuz Selama 30 Hari Hasil Negosiasi dengan AS

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J Rachbini, Ph. D.

, menilai rangkaian kunjungan politik mantan presiden itu akan berdampak pada konfigurasi kekuatan politik nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut Didik, Lampung hanya menjadi awal safari politik. Ia memperkirakan Jokowi tidak akan berhenti di satu daerah, melainkan berlanjut ke berbagai wilayah di Indonesia.

"Safari Jokowi keliling sudah dimulai dan akan terus berkeling ke seluruh nusantara dengan memainkan panggung politik baru di tengah tekanan nilai tukar dan pasar modal di dalam ekonomi nasional.

Jokowi menancapkan layar politik yang dalam analisa politik akan membawa konsekwensi pada tahun 2029," ungkapnya, dikutip Selasa (30/6).

Didik menilai Jokowi masih memiliki pengaruh cukup besar di lingkungan pemerintahan. Setiap langkah politiknya berpotensi memengaruhi dinamika nasional, termasuk terhadap kondisi ekonomi yang saat ini menghadapi berbagai tekanan.

Ia berpandangan, ketika perhatian elite politik mulai bergeser ke persiapan kontestasi masa depan, fokus pemerintah terhadap penanganan persoalan ekonomi berisiko ikut terdistraksi.

Situasi tersebut dinilai dapat memperberat tantangan ekonomi apabila dinamika politik semakin memanas.

>>> Safari Politik Jokowi ke Lampung Dinilai Jadi Sinyal Retaknya Koalisi dengan Prabowo

Selain Jokowi, Didik juga menyoroti intensitas kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Indonesia.

Menurutnya, aktivitas tersebut memperlihatkan semakin kuatnya mobilisasi politik yang berpotensi meningkatkan persaingan antarelite menjelang 2029.